Sebelum dan Awal

Perkenalan ini di awali dengan sebuah cerita awal yang menurutku cerita yang "kok bisa ya" dan akhirnya menjadi kisah panjang yang aku ingin tulis di blog saya..
Aku memiliki sahabat dekat, dan sekarang dia sedang fokus di pendidikan kedokterannya.
Sebulan sekali atau apabila sempat, kami meluangkan waktu berdua untuk quality time, kadang makan siang, atau mungkin makan malam, yah tergantung suasana hati kita pengennya kemana.
Akhirnya kita memutuskan untuk ke Starbucks, kedai kopi favorit kita berdua dan kita mengunjungi Starbucks yang ada di salah satu Mall di Surabaya.
Aku memesan Green Tea Frappucino dan sahabatku memesan Cotton Candy minuman khas favoritnya. Kita mencari tempat duduk yang ada colokan chargernya karena hpku sudah lowbattery dan aku butuh banget waktu itu.
Oke, kita sudah dapet tempat duduk dan sambil ngobrol-ngobrol kesana kemari dengan banyak banget cerita yang aku ceritakan ke dia begitupun cerita dia ke aku dan kita saling sharing.
Kemudian sembari cerita dia bermain hp, dan mataku melirik ke hpnya sambil bertanya


"apa itu?"
"lho kamu nggak tau ta inI apa?"
"emang itu apa?"
"halah ini ****** (sensor yah) itu aplikasi biar bisa ketemu orang-orang dan dapet temen baru"
"oh iyata? aku baru tau hahaha, ajarin dong"
"yawes kamu download dulu aja terus aku ajarin"
"Akhirnya aku men-download aplikasi itu..
"nih udah, gimana terus?"

Terus aku diajarin nih sama sahabatku, diajarin sampai detail banget yang katanya kita bisa ketemu orang dijarak berapa kilometer gitu. Waduh canggih juga ya, dan aku selama ini nggak tau apapun tentang aplikasi itu (agak ketinggalan banget ehehe)
Setelah dari Starbucks, kita pulang karena udah capek banget habis banyak kegiatan di hari itu dan masih menyempatkan untuk bertemu. 

Sesampai dirumah setelah aku udah siap-siap mau tidur nih, aku coba-coba nih aplikasi. Waktu itu aku bilang seru karena jomblo dan gak ada kegiatan aja gitu. Aku anggap aplikasi ini hanya iseng dan hanya sebagai hiburan aja, dan aku anggap biasa aja.
Kenapa sih aku anggap biasa aja? Karena memang aku gak mudah untuk membuka perasaanku ke oranglain pada waktu itu. Sebenarnya aku bisa membuka perasaan dan membuka hati untuk oranglain, tapi waktu itu bisa dibilang aku udah capek yang namanya di kecewakan. 
Aku pernah di kecewakan 2 orang dengan topik-topik kekecewaan yang berbeda-beda. 1 orang bisa bikin kecewa berkali-kali, tapi ya inilah aku. Aku berusaha tulus, berusaha baik, berusaha sabar, pasanganku tidak melakukan hal sebaliknya. Aku selalu berfikir, disaat aku di sakiti "ah sudahlah, aku harus sabar siapa tau nanti dia jadi berubah baik seperti aku ke dia" tapi kayaknya rasa capek-ku sudah di ujung. Karena setiap manusia punya batas rasa capek dan kesabarannya kan?
Sahabatku yang selalu berusaha membuka mataku yang tertutup, tapi selalu aku pending dulu sampai aku benar-benar capek diujung dan sudah habis kesabaranku selama ini..

Sahabat-sahabatku tau banget jalanan cerita drama yang aku jalani selama ini. Karena aku ini sifatnya selalu terbuka, kalau ada masalah yang sekiranya aku bingung mencari jalan keluar, aku pasti cerita ke sahabatku dan meminta saran darinya. Walaupun aku susah banget buat di kasih tau. 
Fyi, walau sahabat-sahabatku udah ngasih aku saran, nasihat, kritik, sampai aku dikatainpun tetep aku tuh susah di kasih tau. Sampai aku bener-bener ngerasa capek sendiri dan akhirnya penyesalan selalu di akhir kan? Hehehe...

Sebelumnya terima kasih untuk sahabat-sahabatku yang selalu support, yang selalu memberikan aku saran terbaik dan sampai kalian selalu menemani aku disaat aku jatuh, nangis, di sakiti, tapi kalian tetap gak pernah bosen buat ngasih aku saran yang baik untuk aku walau aku harus menyesal nantinya. Semoga kalian selalu diberikan kesehatan, panjang umurnya, dan kesuksesan cita-cita yang kalian impikan, Aamiin..

Eh kok jadi gak cerita masalah menggunakan aplikasi yang seru-seruan itu sih ahahaha.. Lanjut yah..

Kurang lebih sekitar pukul 21.30 WIB saat aku sudah siap-siap mau tidur, aku bertemu dengan seseorang di aplikasi ini. Yah, seperti alasanku di awal ini hanya just for fun, sebut saja seseorang itu si A.

Si A menyapaku, "halo assalamualaikum.."
"walaikumsalam" jawabku
"Boleh kenalan nggak?" (hm klasik nih minta kenalan)
"Ya boleh.." (gakpapa lah ya, just for fun)
"Siapa nama kamu?" (yaelah padahal kan udh ada tuh di profil, pake nanya lagi)
"Namaku Ica, kamu siapa?"
"Aku si A, kuliah dimana?" (dah mulai cari topik nih haha)
"Aku kuliah di UPN, kamu dimana?"
"Aku di hangtuah hehe, udah lulus ta?"
"Lagi skripsi ini, tapi ya belum selesai seh haha masih males ngerjakan"
"Waah.. semangat, kenapa kok males?" kok di semangatin sih hehehe
"Haha ya males aja gitu gaktau kenapa"
"Jangan males-males dong, eh btw ini kayaknya seru nih pindah line. Boleh minta line nya?" ini apasih minta-minta line hmm.. eh tapi gakpapa deh buat nambah temen aja..
"Boleh, ini id nya ******"

Pindahlah kita di line..... 
Pasti lagi mau mikir kan? Gampang banget sih ngasih contact pribadi gitu aja dalam chat beberapa menit.
Kembali lagi ke alasan awal, just for fun dan cuma buat nambah teman aja. Dan gak semua aku kasih id line ku kok. Gaktau sama si A ini kok langsung kasih gitu aja padahal baru kenal dan gaktau dia ini siapa dan rumahnya dimana atau asal usulnya gimana. Hanya tau nama dan kampusnya saja.....

To Be Continue..

Komentar